MITRAASPIRASI || SUMEDANG - 11 Maret 2026, Beberapa warga Perumahan Mekarbakti Village yang berlokasi di Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, mengajukan keluhan terkait pelayanan pasokan air dari PDAM Pamulihan. Keluhan tersebut menyangkut ketidakcocokan jadwal pengaliran dan kualitas pasokan air yang tidak memenuhi kebutuhan konsumen.
Sesuai dengan ketentuan, pasokan air seharusnya digilir dua hari sekali selama empat jam, dengan jeda pemberhentian 15 hingga 20 menit setiap jam untuk mengisi penampungan air di Pos PDAM yang terletak di Perumahan Mekarbakti sebelum dialirkan kembali ke konsumen. Namun, kondisi yang dihadapi warga jauh dari harapan.
"Air selalu kekurangan karena debit yang mengalir ke rumah sangat kecil, bahkan kadang tidak mengalir sama sekali. Padahal kami selalu membayar tagihan setiap bulan," ujar Amad Mamuri, salah satu konsumen PDAM di kawasan tersebut.
Amad juga menambahkan "Sempat adu argumentasi dengan salahsatu pegawai inisial (FA) PDAM yang sedang mengalirkan Air untuk Perumahan karena Air tidak mengalir dan belum terisi meminta perpanjangan waktu tapi seolah olah yang bagian jaga Lepas Tangan tidak mau tau karena kata (FA) Sudah tidak bisa karena sudah di Blok dari Pusat," ucap Amad sambil menghela napas.
Amad juga menyampaikan permintaan kepada Pihak dari PDAM Pamulihan – yang kantornya berlokasi di wilayah Kecamatan Tanjungsari – agar segera memperbaiki pelayanan dan seharusnya pihak PDAM harus mengalirkan air ke Warga Setiap Hari untuk memenuhi kebutuhan Air.
Jika keluhan tidak mendapatkan tanggapan yang memuaskan, beberapa warga berencana untuk berkoordinasi dengan Ombudsman Jawa Barat untuk menyelesaikan permasalahan ini.
Jurnalis: Indra Jabrix / Nang Obet
Tags
PDAM

