CV GUNUNG BATUJAJAR: TAMBANG BATU YANG JAGA LINGKUNGAN & DORONG PROYEK STRATEGIS NASIONAL



MITRAASPIRASI || BANDUNG BARAT - Di tengah semakin sempitnya ruang hijau dan meningkatnya kebutuhan material ramah lingkungan, CV Gunung Batujajar - GBJ hadir sebagai perusahaan tambang batu yang berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan.


Tidak hanya fokus pada pertambangan, CV GBJ juga aktif berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional. Material batu dari tambang GBJ telah digunakan untuk proyek strategis nasional seperti pembangunan Jalan Tol dan Kereta Api, "Bahkan, batu andesit yang menghiasi jalan Braga Kota Bandung* juga berasal dari tambang milik CV Gunung Batujajar.


“Intinya, CV Gunung Batujajar adalah tambang batu yang menjaga lingkungan. Kami ingin membuktikan bahwa industri tambang bisa berjalan beriringan dengan pelestarian alam,” demikian disampaikan pihak manajemen CV GBJ.


Selain di bidang pertambangan, CV GBJ juga peduli pada penghijauan. Salah satu buktinya ada di *Kampung Koser, Desa Batujajar Timur, Kabupaten Bandung Barat*.


Di lokasi tersebut tumbuh bambu raksasa Dendrocalamus giganteus yang telah berdiri sejak tahun 1989. Bambu ini bukan bambu biasa. Secara ilmiah masuk famili Poaceae, bambu ini mampu tumbuh hingga 30 meter dengan diameter batang 18-25 cm. Ruasnya panjang dan batangnya tegak menjulang, membuatnya sangat mencolok.


Bambu raksasa ini ditanam oleh Almarhum Bapak Robby, pendiri yang pertama kali mengembangkan bambu tersebut di Kp. Koser. Kini, tanaman itu menjadi warisan keluarga sekaligus bukti bahwa penghijauan yang dilakukan dengan sabar bisa bernilai ekologis dan ekonomi bagi generasi berikutnya.


Menurut Pewarta Ohim, bambu raksasa memiliki potensi besar sebagai material berkelanjutan. “Namun budidayanya harus serius. Mulai dari pemilihan lokasi, perawatan, pemanenan sampai pengolahan harus tepat, agar nilai ekologis dan ekonominya seimbang,” ujarnya.


Keberadaan bambu raksasa ini menjadi gambaran bahwa kekayaan hayati di sekitar kita bisa memiliki nilai lebih jika dijaga dan dikelola bijak. 


“Alam sudah menyediakan bahan bakunya. Tinggal bagaimana manusia mampu mengelolanya tanpa merusak keseimbangan lingkungan,” tutup Pewarta Ohim


Perusahaan tambang batu yang tidak hanya menyuplai material untuk infrastruktur nasional, tetapi juga berkomitmen pada kelestarian lingkungan melalui program penghijauan dan pemanfaatan sumber daya hayati berkelanjutan.


Pewarta : Emur Permadi 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama