PROFIL PORADES UNTUK ANGKAT CITRA ATLET, SETELAH TERBIT KOMUNIKASI KADES TARINGGUL TONGGOH JUSTru SENYAP



MITRAASPIRASI || KAB PURWAKARTA - Ada yang patut dipertanyakan dari pola komunikasi Kepala Desa Taringgul Tonggoh, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, dengan awak media.


 Publikasi mengenai PORADES yang sejak awal dimaksudkan sebagai bentuk partisipasi media untuk mengangkat kegiatan, semangat, dan citra positif para atlet desa, justru diikuti dengan perubahan komunikasi yang disebut semakin sulit.


Sebelum profil PORADES diterbitkan, komunikasi antara awak media dan Kepala Desa Taringgul Tonggoh masih berjalan. Koordinasi mengenai materi publikasi juga dilakukan.


Namun setelah berita PORADES diterbitkan dan informasinya disampaikan kepada pihak kepala desa, respons yang sebelumnya ada disebut tidak lagi terlihat. 


Upaya komunikasi melalui WhatsApp maupun panggilan disebut tidak mendapatkan tanggapan.


PUBLIKASI POSITIF, MENGAPA KOMUNIKASI JUSTru MENGHILANG?


Pertanyaannya bukan sekadar apakah kepala desa mengucapkan terima kasih.


Yang lebih penting adalah perubahan pola komunikasi setelah berita PORADES terbit.


Sebab publikasi tersebut bukan dirancang untuk menyerang atau mempermalukan Pemerintah Desa Taringgul Tonggoh. 


Justru media memberikan ruang pemberitaan untuk memperkenalkan PORADES, para atlet, serta nama Desa Taringgul Tonggoh kepada masyarakat secara lebih luas.


Media dengan demikian ikut mengambil bagian dalam membangun citra positif desa melalui publikasi kegiatan masyarakat.


Lantas, mengapa komunikasi justru menjadi sulit setelah publikasi tersebut diterbitkan?


SAMPAI HARUS MEMINTA BANTUAN CAMAT


Situasi tersebut bahkan membuat awak media meminta bantuan Camat Wanayasa untuk menyampaikan kembali informasi mengenai profil PORADES kepada Kepala Desa Taringgul Tonggoh.


Kondisi ini patut menjadi perhatian,

Sebab jika komunikasi antara pemerintah desa dengan awak media mengenai publikasi kegiatan masyarakat sampai membutuhkan perantara pihak kecamatan, publik wajar bertanya:


Ada apa dengan komunikasi Kades Taringgul Tonggoh terhadap awak media?


Apakah karena kesibukan?


Apakah ada keberatan terhadap pemberitaan?


Ataukah terdapat alasan lain?


Media tidak boleh mengarang jawabannya. 


Kades-lah yang semestinya memberikan penjelasan.


KONTROL SOSIAL BUKAN ANCAMAN

Media dalam menjalankan fungsi jurnalistik tidak seharusnya hanya diterima ketika membawa pemberitaan yang menyenangkan.


Jika terdapat keberatan terhadap isi pemberitaan, jalur profesional tetap tersedia: klarifikasi, koreksi, maupun Hak Jawab.


Kontrol sosial terhadap pemerintahan juga merupakan bagian dari fungsi pers.


Karena itu, kritik maupun pertanyaan media tidak semestinya dipandang sebagai ancaman terhadap pemerintah desa.


BUKAN MEMINTA PERLAKUAN KHUSUS

Awak media tidak sedang meminta perlakuan istimewa.


Yang dipersoalkan adalah etika komunikasi.


Ketika media sudah berinisiatif memberikan ruang positif bagi PORADES dan atlet Desa Taringgul Tonggoh, komunikasi profesional seharusnya tetap dapat dijaga.


Jika ada persoalan dengan pemberitaan, jawablah dengan data, bukan dengan diam.


ADA APA DENGAN KADES TARINGGUL TONGGOH?


Rangkaian peristiwa tersebut akhirnya melahirkan sejumlah pertanyaan:


Sebelum profil PORADES terbit, komunikasi berjalan. 


Setelah profil terbit, mengapa komunikasi disebut terhenti?


Apakah pemberitaan PORADES menjadi penyebab perubahan sikap tersebut?


Jika bukan, apa alasan sebenarnya?


Mengapa komunikasi sampai harus dibantu Camat Wanayasa?


Pertanyaan itu bukan tuduhan, melainkan ruang klarifikasi yang semestinya diberikan kepada Kepala Desa Taringgul Tonggoh.


MEDIA MENUNGGU JAWABAN

Publikasi PORADES sejak awal dimaksudkan untuk mengangkat atlet dan nama baik Desa Taringgul Tonggoh, bukan menjatuhkan pemerintah desa.


Kini media tidak membutuhkan basa-basi.


Yang dibutuhkan adalah komunikasi, keterbukaan, dan penjelasan.

Sebab seorang kepala desa merupakan bagian dari pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.


Jika terhadap publikasi positif saja komunikasi menjadi sulit, publik tentu berhak bertanya:


“SEBENARNYA ADA APA DENGAN SIKAP KADES TARINGGUL TONGGOH TERHADAP AWAK MEDIA?”


Kepala Desa Taringgul Tonggoh tetap diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi.


Pewarta  : Dudi 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama