Mitraaspirasi || Curug - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan kondisi orderan yang semakin sepi dalam beberapa waktu terakhir. Situasi tersebut dirasakan hampir di berbagai titik, baik pada jam sibuk maupun di luar jam ramai yang biasanya menjadi waktu produktif para pengemudi.
Ajar Azalfi (35), salah satu driver ojol yang telah menekuni profesi ini selama kurang lebih tujuh tahun, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah order dirasakan cukup signifikan di wilayah operasional Tangerang dan sekitarnya.
“Sekarang narik seharian belum tentu dapat banyak order. Kadang nunggu lama, kadang cuma satu-dua,” ujar Ajar Azalfi saat ditemui beristirahat di sebuah warung kopi di kawasan Curug.
Menurutnya, sepinya order berdampak langsung pada penghasilan harian yang kini semakin tidak menentu. Padahal, biaya operasional seperti bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga potongan aplikasi tetap harus dipenuhi, sementara kebutuhan hidup sehari-hari terus berjalan.
Ia menambahkan, kondisi ini memaksa sebagian pengemudi untuk memperpanjang jam kerja demi mencukupi kebutuhan keluarga, meskipun hasil yang diperoleh sering kali tidak sebanding dengan tenaga dan waktu yang dikeluarkan.
Ajar Azalfi berharap perusahaan aplikasi serta pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih kepada para mitra pengemudi melalui kebijakan yang lebih adil, evaluasi sistem pembagian order, serta langkah nyata untuk menjaga kesejahteraan driver ojol di tengah ketatnya persaingan dan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Kontributor: Muiz Alvino
Jurnalis : Baehaki
Tags
Ragam