
Mitraaspirasi || Kab Sumedang - Pembangunan menara telekomunikasi di Dusun Cilame, RT 002 RW 004, Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, mendapatkan dukungan penuh dari warga. Proyek ini telah resmi direkomendasikan oleh pemerintah desa dan kecamatan pada hari Rabu (25/2/2026).
Pembangunan menara bertujuan mengatasi kualitas sinyal internet yang kurang optimal, yang bahkan sering mengalami gangguan pada jam sibuk. Inisiatif strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, warga masyarakat sekitar, dan penyedia layanan telekomunikasi, berdasarkan masukan langsung dari berbagai pihak.
"Pada rapat musyawarah warga masyarakat terdampak dan perwakilan pemerintah desa yang dihadiri juga oleh perwakilan PT Tower Bersama (PT TB), banyak warga menyampaikan keluhan terkait keterbatasan akses internet yang menghambat aktivitas sehari-hari," ujar salah satu warga yang hadir dalam rapat tersebut.
Di era digital saat ini, akses internet yang baik menjadi kebutuhan krusial. Pembangunan menara diharapkan dapat meningkatkan kualitas jaringan secara signifikan dengan manfaat yang meluas bagi berbagai sektor:
- Pertanian: Petani dapat mengakses data cuaca real-time, informasi harga komoditas pasar, serta menerapkan teknik budidaya modern yang lebih efisien.
- Usaha Mikro dan Kecil: Pelaku bisnis dapat memasarkan produk secara daring melalui platform digital dan memperluas jangkauan pasar hingga luar daerah.
- Pendidikan: Siswa dan mahasiswa tidak perlu lagi mencari lokasi dengan konektivitas lebih baik untuk pembelajaran daring, sehingga dapat belajar nyaman dari rumah dan memanfaatkan sumber pembelajaran online yang beragam.
Salah satu warga yang menyediakan lahan untuk pembangunan menara menyampaikan bahwa proses persiapan di Dusun Cilame sudah kondusif setelah beberapa kali rapat. "Pembangunan tower mendapatkan kesempatan dengan adanya kompensasi bagi warga yang terkena dampak serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait," ujarnya.
Ia juga menambahkan rasa syukur atas pelaksanaan proyek ini. "Para pekerja sebagian besar merupakan warga masyarakat sekitar dengan sistem pembagian pekerjaan yang terbuka, karena antusiasme warga untuk terlibat sangat tinggi," pungkasnya.