Ayo Kunjungi Benteng Gunung Palasari: Jejak Pertahanan Berselimut Pesona Alam di Sumedang Selatan



MITRAASPIRASI || SUMEDANG – Di bukit yang hijau dan menjulang di wilayah Kelurahan Kota Kulon, Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Sumedang Selatan, berdiri kokoh sisa warisan masa lalu: Benteng Gunung Palasari.
 
Terletak di ketinggian sekitar 645 meter di atas permukaan laut, tempat ini bukan sekadar gundukan batu dan tembok tua, melainkan saksi bisu perjalanan sejarah tanah Sumedang dan kawasan Priangan.
 
Asal Usul Nama dan Jejak Awal
 
Nama “Palasari” berasal dari bahasa Sunda: gabungan kata Palas sejenis tumbuhan dan Sari yang berarti inti atau tempat yang indah — dulunya kawasan ini rimbun ditumbuhi pepohonan tersebut.
 
Sebelum masa penjajahan, bukit ini sudah dimanfaatkan oleh Kerajaan Sumedang Larang sebagai pos pengawasan dan tempat perlindungan karena letaknya sangat strategis. Dari sini pandangan terbuka luas ke arah lembah, jalur penghubung menuju Bandung hingga Cirebon mudah dipantau.
 
Dibangun Menjadi Pusat Pertahanan
 
Secara struktur benteng dibangun pemerintah Hindia Belanda antara tahun 1913 hingga 1917.
Merupakan bagian penting rangkaian sistem pertahanan pegunungan di Priangan, bahkan direncanakan lebih dulu dibandingkan Benteng Gunung Kunci yang berdekatan.
 
Ciri khas bangunannya:
 
- Terdiri dari 8 kelompok bangunan utama dengan 27 ruangan
- Dinding tebal hingga 60 sentimeter, kokoh dan tahan guncangan
- Sebagian ruangan tanpa jendela — khusus untuk gudang mesiu dan senjata
- Dilengkapi parit serta celah tembak mengelilingi kawasan
- Berfungsi pula sebagai barak pasukan, pos pengawasan dan ruang tahanan
 
Kini: Warisan untuk Dikenang dan Dikunjungi
 
Benteng Gunung Palasari ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Sumedang dan masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya. Bangunan masih cukup utuh meski mulai dimakan usia dan tumbuhan liar.
 
Selain menelusuri lorong-lorong sejarah, pengunjung juga disuguhi pemandangan indah hamparan daratan Sumedang yang memukau dari ketinggian. Udara sejuk dan suasana tenang membuat perjalanan makin nyaman.
 
Kawasan ini mudah dijangkau dari pusat kota Sumedang, tepatnya di wilayah Sindangpalay–Kota Kulon. Menjadi tempat yang tepat untuk wisata edukasi sejarah sekaligus beristirahat menyatu dengan alam.
 
💡 Pesan untuk pengunjung:
 
- Jagalah kebersihan dan jangan merusak tembok atau tulisan sembarangan
- Cocok dikunjungi pagi hingga sore hari
 
Jurnalis: Indra Jabrix Korwil Jabar / Nang Obet

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama