MITRAASPIRASI || KAB PURWAKARTA - Kepala SDN 2 Panyindangan, Pak Muhtadin, memberikan klarifikasi terkait keberadaannya yang sempat terlihat sedang berbaring di kursi bambu atau bale-bale sebuah warung. Ia menegaskan bahwa situasi tersebut terjadi karena kondisi kesehatannya sedang kurang baik, bukan karena sengaja menghindari seseorang ataupun tanpa alasan berada di tempat tersebut.
Dalam penjelasannya, Pak Muhtadin mengungkapkan bahwa dirinya telah mengalami sakit kepala selama kurang lebih tiga hari. Kondisi tersebut membuatnya merasa kurang nyaman untuk beraktivitas dan membutuhkan waktu istirahat agar kesehatannya kembali pulih.
Ia menceritakan, sebelum kembali beristirahat di bale-bale warung, dirinya sempat pergi untuk mencari obat guna meredakan sakit kepala yang dialaminya. Namun, obat yang dibutuhkan ternyata tidak tersedia. Ia kemudian berusaha mencari tukang urut, tetapi upaya tersebut juga tidak membuahkan hasil.
Karena belum menemukan obat maupun pertolongan yang diharapkan, Pak Muhtadin akhirnya kembali berbaring di bale-bale warung untuk beristirahat. Menurutnya, tindakan tersebut semata-mata dilakukan karena kondisi tubuh yang sedang tidak fit.
Terkait keberadaan seseorang yang disebut berada di lokasi tersebut, Pak Muhtadin menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui kehadiran orang tersebut ketika sedang beristirahat. Oleh karena itu, ia merasa perlu meluruskan apabila kejadian tersebut kemudian ditafsirkan sebagai tindakan menghindar atau bentuk sikap yang tidak semestinya.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya sudah mengenali sosok yang dimaksud dan tidak memiliki persoalan untuk bertemu kembali di kemudian hari.
Klarifikasi ini disampaikan untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai kronologi kejadian sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pak Muhtadin berharap persoalan tersebut dapat dipahami secara proporsional, dengan tetap mengedepankan komunikasi yang baik dan saling menghargai.
Pada akhirnya, apa yang terjadi di lokasi tersebut merupakan situasi yang berkaitan dengan kondisi kesehatan pribadi. Beristirahat sejenak karena sakit tidak sepatutnya langsung dimaknai dengan dugaan atau persepsi yang belum tentu sesuai fakta.
Melalui klarifikasi ini, Pak Muhtadin berharap tidak ada lagi kesalahpahaman. Ia menegaskan bahwa saat itu dirinya sedang berjuang mengatasi sakit kepala yang telah dirasakan selama tiga hari, bukan sedang menghindari siapa pun.
Pewarta : ( Dudi )


